• KEKUATAN TEMPUR MILITER INDONESIA SEKARANG


    Tentara Nasional Indonesia masuk dalam peringkat ke-18 kekuatan militer dunia versi Global Firepower yang menggunakan 45 variabel perhitungan. Urutan 10 besar kekuatan militer dunia, menurut lembaga Global Firepower, ditempati Amerika Serikat, Rusia, China, India, Inggris, Turki, Korea Selatan, Perancis, Jepang, dan Israel.

    Di tingkat ASEAN, TNI menempati posisi teratas, diikuti Thailand (ke-19), Filipina (ke-23), Malaysia (ke-27), dan Singapura (ke-41). Italia menempati urutan ke-17, Taiwan berada pada urutan ke-14, dan Australia pada urutan ke-24.

    Pengamat militer Andi Widjayanto yang dihubungi di Jakarta, Jumat (5/8/2011), mengatakan, penilaian tersebut lebih banyak didasarkan pada gelar statis dari kuantitas alat yang dimiliki. Namun, belum tentu semua siap atau dapat digunakan sewaktu-waktu.

    "Kalau memperhitungkan gelar dinamis, yakni kesiapan tempur efektif saat ini, tentu angkanya tidak setinggi itu. Gelar dinamis adalah kekuatan nyata yang dapat langsung digelar untuk penindakan," ujar Andi.
    Direktur Institute for Defense Security and Peace Studies Mufti Makarim, yang dihubungi terpisah, mengatakan, penilaian tersebut dilakukan dengan menghimpun semua komposisi matra darat, laut, dan udara.
    "Tetapi, jika dilihat dari luas wilayah dengan dua pertiga adalah lautan, komposisi kemampuan teknis TNI seharusnya setara dengan militer Australia. Kebutuhan ke depan adalah penyesuaian pengembangan postur dan kebutuhan strategis pertahanan yang dilakukan secara sistematis bertahap sesuai dengan anggaran dan prioritas," paparnya.

    Dia mengingatkan TNI agar fokus dalam mengembangkan postur kekuatan dan penyesuaian mindset tentara di dalam negara demokratis murni untuk kebutuhan pertahanan.
    Terkait dengan pengembangan kekuatan maritim, Andi mengatakan, pada tahap pembangunan jangka panjang pertama hingga 2024, TNI belum mengembangkan kekuatan tempur samudra.

    KEKUATAN TNI-AU :
    • 4 Skuadron (64 unit) Sukhoi
    • 2 Skuadron (32 unit) F16
    • 2 Skuadron (36 unit) Hawk100/200
    • 1 Skuadron (12 unit) F5E
    • 1 Skuadron (16 unit) Super Tucano
    • 1 Skuadron (16 unit) Yak 130
    • 2 Skuadron ( 36 unit ) UAV
    • 4 Skuadron (64)Hercules
    • 7 Batteray Hanud Area

    KEKUATAN TNI-AL :
    • KRI PKR Fregat 32 unit
    • KRI Korvet 56 unit
    • KRI Kapal Cepat Rudal 82 unit
    • KRI Kapal Patroli Cepat 87 unit
    • KRI Kapal Selam 6 unit
    • KRI logistik dan angkut pasukan LPD, LST 48 unit
    • Ini belum dengan Kapal Selam Indonesia, Kapal Induk Indonesia, Frigatesigma Indonesia dan Panzer
    Amfibi Serta Tank Amfibi

    KEKUATAN TNI-AD :
    •Panser Pindad 6x6 Anoa Indonesia
    •Pack howitzer 105mm made by PT. Pindad
    •320mm PANSER CANON BUATAN INDONESIA
    •20 heli tempur mi35
    • Pasukan Kostrad 3 divisi
    • Pasukan Pemukul Kodam 150 Batalyon
    • Main Battle Tank 200 unit ditempatkan di Kalimantan dan NTT.
    • Panser Pindad APC 540 unit untuk batalyon infantri mekanis
    • Panser Canon 320 unit
    • Meriam dan Howitzer artileri 890 unit
    • Roket NDL 720 unit
    • Tank dan Panser eksisting berjumlah 750 unit.
    • 20 Heli tempur Mi35
    • 26 Heli angkut Mi17
    • 95 Heli tempur jenis lain
    • 1300 Rudal anti tank
    • 60 Hanud titik dengan rudal terbaru
    • 700 Rudal strategis Pindad-Lapan

    Angkatan Udara dan Angkatan Laut adalah yang terbesar menyerap alokasi anggaran alutsista mengingat banyaknya alutsista yang dibangun dikembangkan dan dibeli dengan teknologi terkini. Pembuatan 10 PKR light Fregat yang sedang dibangun PT PAL setidaknya menghabiskan dana US $ 2,5 milyar. Pembuatan 4 kapal selam ditaksir menghabiskan dana US $2 milyar. Tambahan skuadron tempur Sukhoi dan F16 berikut arsenalnya diprediksi menyerap anggaran US $ 6 milyar.
    Angkatan Udara akan menempatkan skuadron-skuadron tempurnya di Medan (1 skuadron F16), Pangkal Pinang (1 Skuadron Sukhoi) dan Madiun (2 Skuadron Sukhoi). Eksisting yang sudah ada 1 Skuadron Sukhoi di Makassar, 1 Skuadron F16 di Madiun, 1 Skuadron F5E di Madiun, 1 Skuadron Hawk di Pekan Baru dan 1 Skuadron di Pontianak. Dengan masuknya arsenal baru terjadi pergeseran lokasi skuadron, Tarakan mendapat 8 SuperTucano dan 8 Hawk, Malang 8 SuperTucano, Yogya 16 Yak130. Skuadron F16 di Madiun digeser ke Kupang dan F5E digeser ke Biak dan Timika.

    Membaca peta arsenal ini saja jiran sebelah terutama Malaysia, Singapura dan Australia dijamin berkeringat apalagi jika lima tahun ke depan sudah menjadi kenyataan, bisa-bisa tak bisa tidur mereka. Namun bagi sebuah negara besar seperti NKRI, wajar saja diperlukan alutsista dalam jumlah besar untuk mempertahankan harga diri dan kehormatan bangsa, agar negara lain tidak terus menerus meremehkan kekuatan pengawal republik kita. Yang jelas dalam pembangunan kekuatan milter ini semuanya ditujukan untuk mempertahankan kedaulatan NKRI dari ancaman pihak manapun, setidaknya mereka akan berhitung ulang jika ingin melecehkan teritori Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar